Perjalanan panjang Masjid Merah Baiturrahman dalam melayani umat
Sejarah dimulai sejak tahun 1970an saat Masjid Baiturrahman masih menjadi Musholla yang dahulu masih berwarna putih dengan ciri khas bangunan yang menggunakan ornamen ornamen Tempo Doeloe. Musholla Baiturrahman ini menjadi salah satunya pilihan warga cikumpa yang saat itu belum banyak memiliki Musholla untuk menjadi pilihan utama sebagai tempat ibadah umat muslim. Sampai akhirnya di awal tahun 90an dibangun menjadi Masjid Baiturrahman
Masjid Baiturrahman diawal tahun 1990an sampai 2010 sudah berdiri kokoh di tanah yang sama, hanya saja lebih dekat dengan jalan raya utama Tole Iskandar
Hingga pada tahun 2012-an hingga 2013 dilakukan pembangunan kembali untuk menjadikan Masjid Baiturrahman yang sebelumnya berwarna biru, dibangun menjadi warna merah. Hal ini yang kemudian menjadikan Masjid Baiturrahman disebut sebagai Masjid Merah yang ikonik di daerah Depok, Jawa Barat
Pada dekade 2017-an, Masjid Merah mulai melakukan modernisasi dalam berbagai aspek. Tidak hanya dari sisi fisik bangunan, tetapi juga dalam hal manajemen dan program kegiatan. Dibentuk berbagai bidang yang mengelola aspek-aspek penting seperti pendidikan, sosial, ekonomi, dan pengelolaan aset.
Sejak selesainya pembangunan Masjid Merah Baiturrahman pada tahun 2013an, Masjid Merah tidak selesai dalam melakukan proses peningkatan pelayanan kepada jamaah. Hal ini terbukti dari upgrade dan pembangunan yang terus berkelanjutan untuk menambah fasilitas guna melayani dan menjamu umat serta memberikan rasa nyaman kepada jamaah untuk beribadah. Hingga kini, di tahun 2026 Masjid Merah Baiturrahman sudah menjadi masjid yang ikonik dan cukup familiar di daerah Depok maupun Jakarta karena citra baik yang diberikan para pengurus kepada seluruh jamaah dan masyarakat yang singgah untuk beribadah maupun istirahat di Masjid Merah Baiturrahman
Berdiri sebagai musholla sederhana
Perluasan bangunan pertama
Renovasi besar & pembangunan lantai 2
Modernisasi & sistem manajemen